Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan Untuk Pemula

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan Untuk Pemula

Cara Membuat Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan untuk Pemula: Panduan Lengkap dan Teruji

Membuat daftar riwayat hidup atau CV (Curriculum Vitae) adalah langkah awal yang krusial dalam perjalanan mencari pekerjaan. Meskipun era digital dominan, terkadang kita masih dihadapkan pada situasi di mana perusahaan atau institusi tertentu mensyaratkan daftar riwayat hidup tulis tangan. Bagi para pemula, ini mungkin terasa asing atau bahkan menantang. Artikel ini akan memandu Anda secara mendalam tentang cara membuat daftar riwayat hidup tulis tangan untuk pemula, memastikan setiap detail tersampaikan dengan jelas, rapi, dan mampu memberikan kesan terbaik.

Menulis CV secara manual bukan hanya sekadar memindahkan data dari kepala ke kertas. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan ketelitian, keseriusan, dan dedikasi Anda kepada calon pemberi kerja. Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan mampu menciptakan dokumen lamaran kerja yang profesional dan menonjol.

Mengapa Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan Masih Relevan?

Di tengah gempuran teknologi dan aplikasi lamaran kerja online, pertanyaan ini sering muncul. Mengapa sebagian perusahaan masih meminta daftar riwayat hidup yang ditulis tangan? Ada beberapa alasan penting di balik persyaratan ini, terutama di sektor atau posisi tertentu.

Permintaan akan CV tulis tangan seringkali bertujuan untuk:

  • Melihat Tulisan Tangan: Ini memberikan gambaran awal tentang karakter seseorang, seperti kerapian, ketelitian, dan bahkan tingkat kesabaran. Tulisan tangan yang rapi sering diinterpretasikan sebagai indikasi ketekunan.
  • Menguji Keseriusan dan Dedikasi: Proses menulis CV secara manual membutuhkan waktu dan usaha lebih dibandingkan mengetik. Hal ini menunjukkan seberapa serius kandidat ingin mendapatkan posisi tersebut.
  • Menilai Komunikasi Non-Verbal: Gaya penulisan, pemilihan kata, dan struktur kalimat secara tidak langsung mencerminkan kemampuan komunikasi pelamar.
  • Memastikan Keaslian Informasi: Dengan menulis tangan, kecil kemungkinan untuk “mengcopy-paste” informasi dari contoh-contoh yang ada, sehingga diharapkan pelamar lebih jujur dan otentik dalam menyampaikan datanya.

Memahami alasan di balik persyaratan ini akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih baik, sehingga daftar riwayat hidup tulis tangan yang Anda buat tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga meninggalkan kesan positif.

Persiapan Awal Sebelum Menulis Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan

Sebelum pena Anda menyentuh kertas, ada beberapa persiapan penting yang perlu dilakukan. Persiapan yang matang adalah kunci untuk menghasilkan daftar riwayat hidup tulis tangan yang sempurna dan minim kesalahan.

Peralatan yang Dibutuhkan

Kualitas dokumen Anda sangat bergantung pada alat yang digunakan. Pilihlah peralatan terbaik untuk menunjukkan profesionalisme Anda.

  • Kertas: Gunakan kertas folio bergaris baru atau HVS polos bersih tanpa lipatan atau noda. Pastikan jumlahnya cukup, minimal 2-3 lembar cadangan.
  • Pulpen: Pilih pulpen tinta hitam dengan mata pena gel atau biasa yang nyaman digenggam dan menghasilkan tulisan yang tidak mudah luntur atau tembus ke belakang kertas. Pastikan tinta mengalir lancar. Siapkan pulpen cadangan.
  • Penggaris: Penting untuk membuat garis tepi (margin) agar tulisan terlihat rapi dan terstruktur.
  • Pensil dan Penghapus: Untuk membuat garis bantu atau sketsa tata letak sebelum menulis permanen. Gunakan pensil yang mudah dihapus dan penghapus yang tidak meninggalkan jejak.
  • Tipe-X atau Penghapus Cair (Opsional): Gunakan dengan sangat hati-hati dan seminimal mungkin. Idealnya, hindari kesalahan agar tidak perlu menggunakan ini.

Data yang Harus Disiapkan

Mengumpulkan semua informasi yang diperlukan di awal akan memperlancar proses penulisan dan mencegah kekeliruan. Pastikan data Anda akurat dan terbaru.

  • Data Pribadi: Nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat lengkap, nomor telepon aktif, alamat email profesional.
  • Riwayat Pendidikan: Nama institusi, jurusan, tahun masuk dan lulus, IPK (jika relevan dan baik). Mulai dari pendidikan terakhir.
  • Pengalaman Kerja/Magang: Nama perusahaan/institusi, posisi, periode kerja, dan deskripsi singkat tanggung jawab serta pencapaian.
  • Pengalaman Organisasi/Volunter: Nama organisasi, posisi, periode, dan peran Anda.
  • Keterampilan (Skills): Hard skill (misalnya, bahasa asing, software tertentu) dan soft skill (misalnya, komunikasi, kepemimpinan).
  • Prestasi/Penghargaan (Jika Ada): Jenis penghargaan, tahun, dan penyelenggara.
  • Informasi Tambahan (Opsional): Minat atau hobi yang relevan dengan pekerjaan, atau informasi lain yang mendukung kualifikasi Anda.

Memilih Kertas yang Tepat

Pilihan kertas akan memengaruhi keseluruhan tampilan daftar riwayat hidup Anda. Kertas yang paling umum digunakan adalah:

  • Kertas Folio Bergaris: Ini adalah pilihan standar dan paling sering diminta untuk daftar riwayat hidup tulis tangan. Garis-garisnya membantu menjaga tulisan tetap lurus dan rapi.
  • Kertas HVS Polos: Jika tidak ada instruksi spesifik, Anda bisa menggunakan HVS polos. Namun, Anda harus lebih ekstra hati-hati dalam menjaga kelurusan tulisan, mungkin dengan bantuan penggaris dan pensil untuk membuat garis bantu tipis yang nantinya dihapus.

Pastikan kertas yang Anda pilih bersih, tidak kusut, dan tidak memiliki coretan. Kualitas kertas juga mencerminkan perhatian Anda terhadap detail.

Struktur dan Isi Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan yang Efektif

Sebuah daftar riwayat hidup tulis tangan yang baik harus memiliki struktur yang jelas dan mudah dibaca. Ikuti urutan di bawah ini untuk memastikan semua informasi penting tersampaikan secara sistematis.

Bagian Pembuka: Identitas Diri (Data Pribadi)

Ini adalah bagian pertama yang akan dilihat oleh perekrut. Pastikan informasinya lengkap dan mudah ditemukan.

  • Judul: Tulis “DAFTAR RIWAYAT HIDUP” di bagian tengah atas halaman dengan huruf kapital dan ukuran yang sedikit lebih besar.
  • Nama Lengkap: Tulis nama lengkap Anda dengan jelas.
  • Tempat dan Tanggal Lahir: Contoh: Jakarta, 1 Januari 1999.
  • Jenis Kelamin: Laki-laki / Perempuan.
  • Agama: Sebutkan agama Anda.
  • Status Perkawinan: Lajang / Menikah.
  • Kewarganegaraan: Indonesia.
  • Alamat Lengkap: Tulis alamat domisili Anda saat ini, termasuk RT/RW, kelurahan, kecamatan, kota, dan kode pos.
  • Nomor Telepon/HP: Pastikan nomor yang dicantumkan aktif dan mudah dihubungi.
  • Alamat Email: Gunakan alamat email profesional (contoh: namalengkap@email.com), hindari alamat email yang kurang formal.

Susun informasi ini dengan rapi, gunakan penomoran atau bullet point jika memungkinkan untuk keterbacaan yang lebih baik. Berikan spasi yang cukup antar baris.

Riwayat Pendidikan

Bagian ini menunjukkan latar belakang akademik Anda. Susunlah dari pendidikan terakhir ke yang paling awal (kronologis terbalik).

  • Pendidikan Non-Formal (Jika Ada dan Relevan): Contoh: Kursus Bahasa Inggris, Sertifikasi Kompetensi. Sebutkan nama lembaga, jenis kursus, dan tahun.
  • Pendidikan Formal:
    • Perguruan Tinggi: Nama Universitas/Institusi, Jurusan, Tahun Masuk-Lulus, Gelar, IPK (jika di atas rata-rata atau diminta).
    • Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK): Nama Sekolah, Jurusan (IPA/IPS/Bahasa/Teknik), Tahun Masuk-Lulus.
    • Sekolah Menengah Pertama (SMP): Nama Sekolah, Tahun Masuk-Lulus.
    • Sekolah Dasar (SD): Nama Sekolah, Tahun Masuk-Lulus. (Untuk pemula, SD dan SMP bisa opsional atau digabungkan untuk menghemat ruang).

Contoh penulisan:

III. Riwayat Pendidikan

  1. Sarjana Ekonomi – Universitas Maju Jaya (2017-2021)
    Jurusan: Manajemen Keuangan
    IPK: 3.75 dari 4.00

  2. SMA Negeri 1 Harapan Bangsa (2014-2017)
    Jurusan: Ilmu Pengetahuan Sosial

Pengalaman Kerja atau Magang

Jika Anda seorang pemula, bagian ini mungkin berisi pengalaman magang, kerja paruh waktu, atau proyek lepas. Susun secara kronologis terbalik.

  • Nama Perusahaan/Institusi: Tulis dengan jelas.
  • Posisi: Jabatan atau peran Anda.
  • Periode Kerja: Bulan dan Tahun mulai hingga selesai.
  • Deskripsi Singkat: Jelaskan tanggung jawab utama dan pencapaian Anda dalam bentuk poin-poin yang ringkas dan kuat. Gunakan kata kerja aktif.

Contoh penulisan:

IV. Pengalaman Kerja

  1. Magang Marketing – PT Solusi Digital (Juni 2021 – Desember 2021)
    • Membantu riset pasar untuk kampanye produk baru.
    • Berpartisipasi dalam perencanaan konten media sosial.
    • Menganalisis performa kampanye digital dan menyusun laporan awal.
  2. Kasir Paruh Waktu – Toko Buku Ilmu (Januari 2020 – Mei 2021)
    • Melayani transaksi penjualan dan mengelola uang kas.
    • Mengatur stok barang dan memastikan kerapian toko.

Pengalaman Organisasi atau Kegiatan Ekstrakurikuler

Bagi pemula, ini adalah bagian penting untuk menunjukkan soft skill seperti kepemimpinan, kerja tim, dan kemampuan beradaptasi. Susun dari yang terbaru.

  • Nama Organisasi/Kegiatan: Sebutkan dengan jelas.
  • Posisi: Jabatan atau peran Anda.
  • Periode: Tahun keikutsertaan.
  • Tanggung Jawab/Pencapaian: Jelaskan kontribusi Anda secara singkat.

Contoh penulisan:

V. Pengalaman Organisasi

  1. Sekretaris – Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Maju Jaya (2019-2020)
    • Bertanggung jawab atas administrasi surat-menyurat dan notulensi rapat.
    • Mengkoordinasikan jadwal pertemuan dan kegiatan organisasi.
  2. Anggota Divisi Acara – Panitia Orientasi Mahasiswa Baru (2018)
    • Terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan acara penyambutan mahasiswa baru.

Keterampilan (Skill)

Tuliskan keterampilan yang relevan dengan posisi yang dilamar. Bagi menjadi hard skill dan soft skill.

  • Hard Skill: Kemampuan teknis yang bisa diukur (contoh: Microsoft Office, Bahasa Inggris, desain grafis, coding, mengoperasikan mesin tertentu).
  • Soft Skill: Kemampuan interpersonal atau atribut pribadi (contoh: komunikasi, kepemimpinan, problem solving, kerja tim, adaptasi, manajemen waktu).

Contoh penulisan:

VI. Keterampilan

  • Komputer: Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint), Google Suite.
  • Bahasa: Bahasa Indonesia (aktif), Bahasa Inggris (menengah).
  • Lain-lain: Komunikasi Efektif, Kerja Tim, Manajemen Waktu, Analisis Data Dasar.

Prestasi atau Penghargaan (Opsional)

Jika Anda memiliki prestasi atau penghargaan yang membanggakan dan relevan, jangan ragu untuk mencantumkannya.

  • Nama Prestasi/Penghargaan: Sebutkan dengan jelas.
  • Tahun: Tahun diperolehnya penghargaan.
  • Penyelenggara: Lembaga atau pihak yang memberikan penghargaan.

Contoh penulisan:

VII. Prestasi

  1. Juara 3 Lomba Esai Nasional – Universitas Negeri Jakarta (2020)

Informasi Tambahan (Opsional)

Bagian ini bisa digunakan untuk menyampaikan informasi lain yang mendukung kualifikasi Anda, seperti hobi yang relevan atau minat khusus.

Contoh:

VIII. Informasi Tambahan

Memiliki SIM A dan C, hobi membaca buku tentang pengembangan diri.

Penutup: Tempat, Tanggal, dan Tanda Tangan

Bagian penutup adalah formalitas penting yang menunjukkan keabsahan dokumen.

  • Kalimat Penutup: Biasanya berupa “Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenarnya.”
  • Tempat dan Tanggal Pembuatan: Contoh: Jakarta, 10 Januari [tahun saat ini].
  • Tanda Tangan: Berikan tanda tangan basah di atas nama lengkap Anda.
  • Nama Lengkap: Tulis nama lengkap Anda di bawah tanda tangan.

Materai (Jika Diperlukan): Beberapa perusahaan mungkin meminta CV yang bermaterai sebagai bentuk pernyataan kebenaran informasi di atas hukum. Pastikan Anda membaca instruksi lamaran dengan teliti. Jika diminta, tempelkan materai di dekat tanda tangan Anda.

Tips Penting Agar Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan Anda Menonjol

Membuat daftar riwayat hidup tulis tangan bukan hanya tentang mengisi data, tetapi juga tentang presentasi. Ikuti tips ini untuk memastikan CV Anda terlihat profesional dan menarik.

Menjaga Kebersihan dan Kerapian

Ini adalah aspek paling krusial. CV tulis tangan harus bersih dari noda, coretan, atau bekas hapusan yang mencolok.

  • Tulis dengan Hati-hati: Hindari terburu-buru. Jika ada kesalahan, lebih baik ulangi dari awal pada lembar baru daripada menggunakan tipex berlebihan.
  • Jaga Jarak Pandang: Jangan terlalu dekat dengan kertas saat menulis agar tidak ada keringat atau kotoran yang menempel.
  • Pastikan Kertas Bersih: Hindari meletakkan kertas di permukaan yang kotor atau kasar. Gunakan alas yang rata dan bersih.

Gaya Penulisan yang Konsisten

Konsistensi menunjukkan perhatian terhadap detail.

  • Ukuran Huruf: Pertahankan ukuran huruf yang seragam dan mudah dibaca di seluruh dokumen.
  • Spasi: Gunakan spasi antar baris dan antar paragraf yang konsisten untuk keterbacaan yang baik. Berikan jarak yang cukup antara setiap bagian (data diri, pendidikan, dll.).
  • Margina: Gunakan penggaris untuk membuat garis tepi (margin) yang rapi di keempat sisi kertas. Ini akan membuat tulisan Anda terlihat terstruktur dan profesional.
  • Font Style: Meski tulis tangan, usahakan gaya tulisan Anda rapi, tidak terlalu miring atau terlalu tegak, dan mudah dibaca seperti font cetak.

Gunakan Bahasa yang Baku dan Efektif

Pilihan kata dan tata bahasa mencerminkan profesionalisme Anda.

  • Bahasa Indonesia Baku: Gunakan ejaan dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hindari penggunaan singkatan atau bahasa gaul.
  • Singkat dan Jelas: Sampaikan informasi secara langsung tanpa bertele-tele.
  • Kata Kunci Relevan: Masukkan kata kunci yang relevan dengan posisi yang dilamar (misalnya, jika melamar sebagai “staf administrasi”, soroti keterampilan “pengarsipan” atau “manajemen dokumen”).

Koreksi Ulang dengan Seksama

Setelah selesai menulis, jangan langsung mengumpulkan. Lakukan pengecekan ulang.

  • Baca Berulang Kali: Baca dari awal hingga akhir untuk mencari kesalahan ketik, tata bahasa, atau informasi yang kurang.
  • Minta Orang Lain Membaca: Kadang mata kita sendiri bisa terlewat. Minta teman atau anggota keluarga untuk membantu mengoreksi.
  • Periksa Akurasi Data: Pastikan semua tanggal, nama, dan angka sudah benar.

Perhatikan Ketentuan Khusus Perusahaan

Selalu perhatikan instruksi yang diberikan oleh perusahaan.

  • Jenis Kertas: Jika perusahaan meminta kertas jenis tertentu (misalnya, folio bergaris), patuhi.
  • Tinta: Jika ada permintaan warna tinta spesifik (misalnya, biru atau hitam), ikuti.
  • Materai: Jika diminta bermaterai, jangan sampai terlewat.

Dengan memperhatikan detail-detail ini, daftar riwayat hidup tulis tangan Anda akan lebih menonjol dan memberikan kesan positif di mata perekrut.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Menulis Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan

Meskipun terlihat sederhana, ada beberapa jebakan umum yang sering dilakukan pemula saat membuat daftar riwayat hidup tulis tangan. Menghindari kesalahan ini akan meningkatkan peluang Anda.

  • Tulisan yang Tidak Rapi atau Sulit Dibaca: Ini adalah kesalahan fatal. Perekrut tidak akan meluangkan waktu untuk memecahkan tulisan yang berantakan.
  • Coretan dan Tipe-X Berlebihan: Menunjukkan ketidak hati-hatian dan kurangnya profesionalisme. Sebisa mungkin, hindari.
  • Informasi yang Tidak Akurat atau Berbohong: Jujurlah. Informasi palsu pasti akan terungkap di kemudian hari dan merugikan reputasi Anda.
  • Kesalahan Ejaan atau Tata Bahasa: Kesalahan kecil sekalipun dapat mengurangi kredibilitas dan menunjukkan kurangnya perhatian terhadap detail.
  • Tidak Konsisten dalam Format: Ukuran huruf, spasi, atau penomoran yang berubah-ubah di setiap bagian membuat dokumen terlihat amatir.
  • Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek: Usahakan CV antara 1-2 halaman. Terlalu panjang bisa membosankan, terlalu pendek terasa kurang informasi.
  • Tidak Relevan dengan Posisi yang Dilamar: Cantumkan hanya informasi yang mendukung kualifikasi Anda untuk posisi tersebut.
  • Tidak Membaca Instruksi Perusahaan: Mengabaikan persyaratan spesifik dari perusahaan (misalnya, jenis kertas, warna tinta) dapat membuat lamaran Anda langsung dieliminasi.
  • Menggunakan Alamat Email atau Nomor Telepon yang Tidak Aktif: Pastikan kontak Anda selalu bisa dihubungi.
  • Tidak Ada Tanda Tangan: Ini menghilangkan validitas dokumen Anda.

Dengan menyadari dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, daftar riwayat hidup tulis tangan Anda akan terlihat jauh lebih profesional dan meyakinkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum yang sering muncul terkait pembuatan daftar riwayat hidup tulis tangan bagi pemula.

Apakah semua perusahaan menerima DRH tulis tangan?

Tidak. Mayoritas perusahaan modern saat ini lebih memilih CV yang diketik atau digital. Namun, beberapa perusahaan, terutama di sektor tertentu (misalnya, pendidikan, pemerintahan, atau perusahaan yang masih menganut tradisi kuat), mungkin masih mensyaratkan daftar riwayat hidup tulis tangan untuk tujuan penilaian karakteristik pelamar. Selalu perhatikan instruksi lamaran kerja dari perusahaan yang Anda tuju.

Berapa halaman ideal untuk DRH tulis tangan?

Untuk pemula, daftar riwayat hidup tulis tangan idealnya adalah 1 hingga 2 halaman folio. Jika Anda memiliki banyak pengalaman yang relevan, maksimal 3 halaman masih bisa diterima, asalkan semua informasinya padat dan penting. Hindari menulis terlalu banyak halaman agar perekrut tidak kewalahan.

Haruskah saya menulis semua pengalaman saya?

Tidak perlu menulis semua pengalaman. Fokuslah pada pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang Anda lamar. Jika Anda seorang pemula, sertakan pengalaman magang, kerja paruh waktu, organisasi, atau kegiatan sukarela yang menunjukkan keterampilan dan karakter positif Anda.

Apa perbedaan DRH tulis tangan dengan DRH cetak?

Perbedaan utamanya terletak pada media pembuatannya. DRH cetak dibuat menggunakan komputer dan printer, sehingga lebih mudah diubah, diedit, dan diperbanyak. Sementara itu, daftar riwayat hidup tulis tangan dibuat secara manual, memerlukan kerapian dan ketelitian ekstra, serta tidak mudah diubah. Meskipun isinya sama, DRH tulis tangan memberikan kesan personal dan menunjukkan usaha lebih.

Apakah boleh menggunakan pensil terlebih dahulu?

Ya, sangat disarankan. Anda bisa membuat sketsa tata letak, garis bantu, atau menulis draf dengan pensil terlebih dahulu untuk memastikan semua informasi tertulis dengan rapi dan posisinya tepat. Setelah yakin, barulah tebalkan dengan pulpen dan hapus bekas pensil dengan bersih. Pastikan pensil dan penghapus tidak meninggalkan bekas noda.

Bagaimana jika saya tidak memiliki pengalaman kerja sama sekali?

Jangan khawatir. Banyak pemula yang menghadapi hal ini. Fokuslah pada menonjolkan aspek lain dari diri Anda. Soroti riwayat pendidikan Anda (IPK tinggi, penghargaan akademik), pengalaman organisasi, kegiatan sukarela, keterampilan yang relevan (bahasa, software), serta soft skill seperti kepemimpinan, kerja tim, dan inisiatif. Jelaskan bagaimana pengalaman non-kerja ini telah membentuk Anda menjadi kandidat yang potensial.

Apakah perlu melampirkan foto?

Bergantung pada persyaratan perusahaan. Jika diminta, lampirkan pas foto terbaru berukuran standar (misalnya, 3×4 atau 4×6 cm) dengan latar belakang yang sesuai (biru atau merah) dan pakaian formal. Tempelkan foto dengan rapi menggunakan lem yang kuat, hindari stapler yang bisa merusak kertas.

Kesimpulan: Buat Kesan Pertama yang Tak Terlupakan dengan DRH Tulis Tangan

Membuat daftar riwayat hidup tulis tangan untuk pemula memang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan perhatian terhadap detail. Namun, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan karakter dan dedikasi Anda kepada calon pemberi kerja. Dengan mengikuti panduan lengkap mulai dari persiapan, struktur penulisan yang sistematis, hingga tips menjaga kerapian dan menghindari kesalahan, Anda akan mampu menciptakan dokumen yang tidak hanya memenuhi syarat, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang mendalam.

Ingatlah bahwa setiap garis dan kata yang Anda tulis adalah cerminan dari diri Anda. Berikan yang terbaik, dan semoga daftar riwayat hidup tulis tangan Anda menjadi jembatan menuju peluang karir yang Anda impikan. Selamat mencoba!

Jangan lupa untuk berlangganan (subscribe) blog ini, ikuti (follow) kami, sukai (like), dan bagikan (share) artikel ini kepada teman-teman Anda. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah!

Baca Juga:

Visited 2 times, 1 visit(s) today

Eksplorasi konten lain dari Cara Menghapus Data Pinjol Ilegal Yang Belum Lunas Agar Aman

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Author: biap_25a4uz

Tinggalkan Balasan